gemuk

5:56 PM


Apa kata ini terlalu membayangi kaum hawa? Sepertinya ini juga menghantui pria-pria disana. Akhir-akhir ini aku sering mendengarnya, meski sebenarnya sudah lama kata ini berkeliaran dalam perjalanan hidup aku. Terutama jika dirangkai menjadi kalimat tanya: "Kok kamu nggak gemuk-gemuk sih??!".
Mungkin kalimat tanya ini akan beda di tiap orang, mungkin akan jadi: "Kok aku gemuk sih?!". Tapi, sebagai perempuan, aku juga merasakan jika kata ini sangat **amat sangat sensitif**. Kadang jika kawanku bertanya kepadaku apa badan dia gemuk, jujur, sama seperti lelaki kebanyakan yang menganggap kalimat itu kalimat jebakan. Aku pun juga bingung mau menjawab apa, disatu sisi kejujuran itu penting, disatu sisi melihat reaksi temanku yang mendengar kejujuran itu akan makin membuatku salah tingkah. Jadi biasanya aku menjawab, "standar" **maaf kawan**. Meski tak jarang aku juga bilang "he'e gemuk" yang ujungnya menatap muka dia yang setengah mau nangis setengah memohon untuk bilang "kurus".
Aku juga sensitif jika ditanya masalah ini, pasalnya nggak bisa gemuk. Kadang kala orang yang bilang, "enak ya kamu nggak bisa gemuk"
"enak lho punya badan seperti kamu" "wah kamu kurusan", serasa memberi tekanan mental tersendiri karena setengahnya atau lebih adalah ungkapan keinginan mereka untuk bisa memiliki badan seperti ini. Pernah membayangkan aku gemuk, wow, dan aku pun bisa gemuk(dalam ukuranku) lalu turun lagi drastis dalam beberapa minggu tanpa perlu olah raga dan diet mati-matian. **wakakaka...aku sombong... yes!**
Aku dan temanku, dalam kasus ini sama-sama punya masalah berat badan yang terlihat kurus, membincangkannya secara detail. Sebenarnya, kalo dilihat secara detail, aku juga punya perut yang berlipat kaya hamburger, dan aku nggak suka itu. Tapi toh itu nggak bisa aku hilangkan karena katanya "kulit perutku tebal". Atau temanku yang mempunyai pinggul besar, dan jelas itu sudah harga mati untuk dia. Meski bagian lainnya kurus.
Perbincangan kami berawal dari sisi-sisi yang paling nggak disukai dan harga mati yang tak bisa dirubah. Aku kasih tahu ujung perbincangan kami adalah terima saja keadaan tubuhmu apa adanya. He, tapi itu tak menyelesaikan masalah juga, karena toh kami masih membicarakan, bagaimana kami bisa kurus bahkan jika makan kami bisa sangat amat sangat banyak **jika lelakiku aja bisa bilang makanmu buanyak banget berarti kapasitas yang aku makan melebihi perut lelaki**.Sini, saya bongkar kenapa saya bisa kurus, maksudnya nggak gemuk, singkirkan masalah genetis karena toh yang awalnya kurus bisa gemuk.
PERTAMA:
Aku pernah mendengar, pengaruh psikologis sangat mempengaruhi gemuk dan kurusnya badan. Aku dan temanku setuju. Well, sebagai perempuan yang hidupnya melewati SMP dan SMA sangat terkontaminasi dengan bentuk ideal **kurus-putih-rambut lurus** kebanyakan. Sepenuhnya ini bukan karena lingkungan peremuan yang selalu berlomba untuk tampil menarik, tapi juga pria-pria itu yang standar ceweknya tinggi. Bulshit banget kalo pria bilang nggak liat orang dari fisik, catat ya kalo yang ngomong anak SMA nggak usah percaya. Balik ke topik, apa pengaruhnya??? Ketika kita sangat menjadi peduli dengan penampilan kita, maka kita akan cenderung memperhatikan bentuk tubuh yang menimbulkan keinginan kurus. Yes, semua orang pasti setuju, namun penerapan yang kami lakukan berbeda.
Percaya atau tidak, kami punya timbangan alami yang ketika kita lihat badan kita sudah agak gemuk atau kita merasa badan kita berat **ngos-ngosan padahal aktifitas dikit** kami langsung pasang tameng besar. Tamengnya adalah keinginan kuat untuk mengembalikan bantuk badan seperti semula. Tapi kami tidak setuju dengan diet. Karena hobi kami adalah makan dan sama-sama berfikir makan adalah kenikmatan duniawi yang tiada taranya, jadi kami menolak diet.
Tips nya, kami hanya menanamkan kata "kurus" di kepala kami dan hati kami lekat-lekat serta membulatkan tekad untuk mengembalikan berat seperti semula. Teman saya bilang jika kata yang diulang-ulang adalah bentuk komando dan persuasif kepada tubuh yang sangat manjur, yups, aku tak pernah mengatakan dalam kepalaku "aku nggak mau gemuk" karena yang masuk adalah kata gemuk. Melainkan memasukkan kata "Ayo kurus!".
Apa yang terjadi setelah kita sadar diri kita memiliki berat tak ideal dan berfikir harus kurus?? Secara ajaib, aku menghindari segala jenis makanan yang bisa bikin gemuk dengan suka rela. Makan yang kenyang tapi bukan memakan makanan yang bisa bikin gemuk.
KEDUA:
Kami, sama-sama menghindari tiga makanan pantangan. Dalam kamus diet, makanan ini sangat dilarang, dan sangat kebetulan kami juga tidak terlalu suka.
Ini makanan yang kami hindari, alasannya bukan diet lho yaaa
1. Soda, soda secara kamus diet mengandung glukosa yang tinggi yang bisa membuat gendut bagian perut bawah. Lagi pula juga tidak sehat karena bahan yang dibuat sama dengan karbol buat pembersih kamarmandi. >>>Aku dan temanku sesekali saja minum itu, benar-benar sesekali karena "BOOOO, HARGANYA MAHAAAAL!! RATA-RATA Rp.2000,00" mending beli es teh dah. Tidak bagus untuk gigi pula... secara kesehatan jelek dah. yah meski tak memungkiri jika kami KHILAF kami meminumnya, itu kalo uang banyak. **wakakaka...hidup prinsip ekonomi**
2. Gorengan, dipinggir jalan seperti yang kita ketahui minyaknya berapa kali dipakai dan akibatnya apa. Lemak dari minyak itu menumpuk diperut juga. >>>Aku dan temanku menghindari karena "MAHAL!!!", paling kuat beli Mendoan=tempe+tepung itu pun buat lauk. Kalo dimakan tanpa tambahan apa-apa...aku merasa berdosa mengeluarkan uang banyak seperti itu **wakakak..tetep irit bro** lagi pula, lemak minyaknya seperti nyangkut di tenggorokan. Kami makannya bener-bener mendoan atau apa yang bisa jadi lauk, sekali lagi karena mahal.
3. CEMILAN, snack / makanan ringan. Secara sadar pengetahuan kalian juga pas kan untuk tahu jika nyemil itu bikin gemuk. Kecuali jika cemilan kalian adalah BUAH. ini kecuali. >>>Saya sendiri sangat tidak suka nyemil, mau nyemil kalo cemilan itu bukan aku yang beli, wakakakaka. Harganya yang mahal itu dan aku juga nggak tahu mau dimakan kapan.
Intinya adalah kami tidak diet makanan tapi kami diet uang, yang penting kenyang dan jangan mahal.

KETIGA:

Aktifitas berfikir. Banyak teman aku yang menolak jika kurus karena banyak pikiran itu baik. What ever, hidup itu nggak indah terus lho, kita kadang harus mawas dan berfikir. Aku dan temanku sepakat jika badan kami bisa kurus dengan mudah karena pikiran. Kuliah, yah kuliah ini menyika pikiran, apa lagi jika banyak tugas, mau begadang atau nggak kami bisa langsung singset!! Tapi setelah itu kebingungan nggemukinnya dan akan mengaku jika lambung kami ada 4. Kami tidak memandang hidup harus berfikir keras, hanya menerima saja saat kepala ini overload buat mikir. Banyak aktifitas berfikir benar-benar dah bikin kurus.

KEEMPAT:

Kami menolak begadang itu bikin kurus. Karena kenyataannya aku sering begadang tapi bisa stabil. Pernah tidak begadang malah kurus. Kenyataannya adalah kembali ke urusan KETIGA. Seberapa banyak pikiran yang kita pikirkan, kalo kita nggak begadang tapi banyak pikran, niscaya kita kurus.

KELIMA:

Kami suka buah. Yeah, hidup nggak sehat itu kadang butuh refreshing. Dan percaya jika buah nggak bikin gemuk. **kelihatannya intinya adalah pikiran kita ya**

KEENAM:

Sering dan biasa jalan kaki. Kami tidak menampik jika olah raga seperti badminton atau renang, tapi toh, itu juga ngga bisa bikin kurus, hanya membuat bugar saja. Kami percaya dengan sangat, bahwa jalan kaki adalah obat turun lemak yang ampuh. Asal kamu jalan kakinya sampai keringetan atau pas panas-panasnya. Kondisi sering memaksa kami melakukan kegiatan ini. Naik turun tangga, bisa menghabiskan cairan tubuh lebih banyak dari pada lari, apa lagi kalau lagi nyari dosen dan beban mental terlambat kuliah **njiakakakakakak**. 4jam berada di pusat perbelanjaan yang panas, jalan-jalan muter-muter cari baju atau sekedar liat saja selama itu bisa bikin kaki pegel dan keringet dimana-mana, duduknya hanya 15menit saja **it's fun, tapi bisa bikin kurus**. hehehe, kegiatan kami yang sering memaksa kami jalan kaki seperti diatas sederhana, tapi kalau bisa menguras keringat, bisa dipastikan kami kurus.

See, bukan hal yang susah untuk jadi kurus. Tinggal seberapa kuat keinginan kita untuk kurus dan KONSISTEN. Kadang kalanya teman-teman saya ingin sekali kurus tapi keseringan khilaf dan berkepanjangan. Bagaimana bisa kurusnya coba. Kalau memang masih berfikir jika diet adalah jalan satu-satunya silahkan saja, tapi sebaiknya pilihlah diet sehat. Dimana kita merubah pola hidup kita ke pola hidup sehat, alkohol bisa bikin gemuk perut lho **aku sudah melihat perut2 menggelembung itu**. Hidup sehat itu nggak salah kan, diet adalah pilihan, jadi pilihlah diet yang mendukung pola hidup sehat. Hanya saran aja bagi yang masih milih diet.
Aku sudah menyerah dengan tubuh ini yang katakanlah tidak bisa gemuk **tapi bisa kok nambah dikit**. Menerima tubuh kita itu lebih penting. Aku dan temanku sama-sama menerima tubuh kami. Aku nggak tahu bener apa nggak yang ini: ketika kita menerima apa adanya tubuh kita (pasrah) dalam kondisi itu kita bisa sangat mengontrol penuh tubuh kita.
yah itu racauan kami, dua orang cewek yang membahas gemuk, yang ujungnya adalah "udah terima aja, tubuh kita unik, bisa nurut kapan gemuk kapan nggaknya"

nb: gambar minjem di sini

You Might Also Like

8 comments

  1. badanku dulu tak begini... bajuku kini tak cukup lagi

    ReplyDelete
  2. jadi initen kowe pengen lemu opo pengen ngirit Riw?

    ReplyDelete
  3. I'm not fat.
    I'm just overweight.... ^_^

    Ya... kurus-gemuk sih tetep gak lepas dari hukum kekekalan massa-energi. Kalau stok berlimpah dan gak tersalurkan ya bakal gemuk, kalau gak ada suplai memadai sedangkan energi selalu terlampiaskan ya bakal susah nimbun lemak...

    ReplyDelete
  4. luxsman said...

    badanku dulu tak begini... bajuku kini tak cukup lagi
    ------------------------------

    muat masih muta tuh bajuku...wakakakaka.... :D :)) :))

    ReplyDelete
  5. mursid said...

    jadi initen kowe pengen lemu opo pengen ngirit Riw?
    -----------------------------------

    pengen lemu tapi nggak pengen ngeluarin banyak uang

    ReplyDelete
  6. odydasa said...

    I'm not fat.
    I'm just overweight.... ^_^

    Ya... kurus-gemuk sih tetep gak lepas dari hukum kekekalan massa-energi. Kalau stok berlimpah dan gak tersalurkan ya bakal gemuk, kalau gak ada suplai memadai sedangkan energi selalu terlampiaskan ya bakal susah nimbun lemak...
    ------------------------------------

    wah emangnya makan 5-7x dalam sehari masih ga bisa memenuhi suplay ku ya mas *menimbang dengan teori kekekalan energi mu*

    ReplyDelete
  7. wahhh... saya jadi tersindir..
    saya sering merasa gemuk, tetapi temen2ku menyangkalnya..

    ya, jadi saya rasa ukuran gemuk atau kurus tuhh relatif.. :)

    ReplyDelete
  8. namaku aja didut jd kl kurus hrs cari nama lain jd susah jadi hrs tetep gemuk (rofl)

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Press