Jalan kita berbeda..

12:17 AM

Pada awalnya saya merasa tergelitik dengan twit teman (sebut saja teman biar aman) " Jika suka maka tak ada istilah pengorbanan".
Cukup menohok sekali menurut saya, kalo aku sih sudah tidak menghitung apa itu pengorbanan.
Berhubung disekitar saya cukup banyak orang yang sedang mengalami dilematika masalah cinta *eaaaa*. Antara lain putus, berbunga-bunga, mau putus, konflik....dan lainnya.


Yah, saya sempat tak bisa berbicara dan berkomentar ketika teman saya mulai bercerita mengenai pengalaman cintanya, putusnya...*mau komentar juga bingung*. Tapi kalo dia sudah membahas tentang PENGORBANAN, yah sedikit banyak saya akan mundur dan jaga jarak dengan dia. Kenapa? Mungkin aku naif, tapi aku berfikir jika apa yang kita lakukan kepada pasangan kita (pacar, suami atau istri) orang yang kita cintai itu bukanlah sebuah pengorbanan. Waktu yang kita sisihkan untuk bersama dia, melihatnya menertawai kita...eh salah... melihat dia tertawa atau menangis, itu juga bukan pengorbanan.

Kalo kita menghitung waktu waktu dengan dia adalah pengorbanan...berarti ketika kita berhubungan kita tidak tulus dong. Pengorbanan... kata yang sepertinya meminta imbalan; timbal balik terkesan tidak tulus dikepala saya.

Biasanya sih kata ini muncul ketika kita sedang konflik dan atau putus, saat seperti itu biasanya kita akan menghitung waktu yang kita sia-siakan dengan orang itu dan apa yang kita dapatkan.
Yang membuat aku selalu bertanya-tanya kepada teman *tapi sumpah nggak berani aku tanyakan* adalah kenapa..kenapa kalo kamu tahu kamu tidak ikhlas dalam melakukan pengorbanan-pengorbanan yang kau maksud ...kenapa tetap saja kau lakukan semua ini?  Demi apakah? Demi pencitraan sebagai pacar yang sempurna seperti di novel;cerita-cerita;di kalangan teman-temanmu atau seperti di dongeng uthopia? Kenapa kamu lakukan jika itu menyiksa batin dan fisikmu?
Aku tak berani menanyakannya...pada semua kasus putus cinta teman yang diceritakan kepadaku, karena pasti aku nangis....aku tahu seberapa sakit batin dia yang diberondong pertanyaan ini.

Aku juga tahu jika masa putus itu bukan masa yang mudah, aku juga merasakannya. Makanya aku juga belajar untuk melakukan hal-hal untuk dia dengan keikhlasan agar kelak kalau kita tak berjodoh aku tak akan menghitung pengorbanan. Karena aku sadar, siap pacaran maka siap suatu saat putus *kenyataan yang sulit* :))
Yang akan aku hitung apakah apa yang aku lakukan itu sudah cukup membekas diingatan dia, hingga tak bisa ia lupakan sebagai kenangan yang indah. Ya, yang akan aku hitung apakah semua yang aku lakukan sudah cukup untuk menjadikan memori dia tentang aku itu indah.

haduh kelihatannya mbulet ya?
Mungkin belum terlambat untuk siapa saja, memulai melakukan hal-hal untuk orang yang kita sayangi itu dengan ikhlas dan suka cita tanpa meminta balasan kelak, demi kesehatan batin mu dan demi kenangan indah yang akan tertanam pada orang yang kamu sayangi.
Karena jika kamu suka, apapun yang kamu lakukan itu bukan pengorbanan.
:)


*postingan mbulet*

You Might Also Like

9 comments

  1. setuju, cinta tidak butuh pengorbanan, yang dibutuhkan hanyalah saling memahami...:p

    ReplyDelete
  2. iyo, postingan mbulet.....,, T_T


    eh, mbak kok pinter banget masalah cinta²an, pengalamannya buanyak kali ea....??? :p

    ReplyDelete
  3. Manis sekali...
    tapi aku ra mudheng teori cinta...
    Salam kenal aja

    ReplyDelete
  4. @fizer0 :D saling memahami.. ehem ehem :))

    @nanang iya berbeda padahal ini gak singkron antara judul dan isi :))

    @el ro nyat mbulet kok :)) ...eaaaa pengalaman orang2 disekitar... eaaa

    @lek narto, salam kenal

    ReplyDelete
  5. wah, bahan untuk love-love-an kita itu wis :D

    ReplyDelete
  6. @pakeko salam juga!

    @arif melu??

    @pipit ssssst rahasia lho :))

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Press