Komunikasi adalah Koentjie

4:47 PM


Pernah merasa kesusahan dalam sebuah hubungan? Mau hubungan percintaan, atau hubungan pertemanan, atau mungkin hubungan profesional. Bisa jadi itu karena masalah komunikasi. Kurangnya komunikasi atau bahkan salah persepsi bisa menjadi pemicu retaknya sebuah hubungan. Ya, kali cuma mau mengambil sedikit contohnya saja, karena barang kali ke depan bakal dapat masalah serupa....siapa tau.

Komunikasi Searah yang Berbahaya

Jika tidak salah mengingat, dalam ilmu komunikasi ada dua jenis dasar yang harus dipahami. Komunikasi Searah dan Komunikasi Dua Arah, keduanya yang pasti sangat beda sekaligus bertentangan.

Komunikasi Dua Arah adalah hubungan atau jalinan komunikasi yang dinamis. Ibaratnya, kamu mengutarakan isi kepala, aktif dan di sisi lain rekan komunikasi mendengarkan kamu. Tak hanya mendengar tapi juga memberikan masukan; komentar; tanggapan. Dikatakan dinamis dan dua arah itu kamu juga mendengarkan rekan komunikasimu mengutarakan pendapat dan tentu saja memberikan tanggapan.

Yang paling tak disadari adalah melakukan komunikasi searah tanpa disengaja. Di mana kamu terlalu aktif, sementara tak memberikan ruang kepada rekan komunikasi untuk mengutarakan pendapatnya. Biasanya dalam kondisi ini, ego sang pembicara aktif mengasumsikan dengan telah berbicara artinya sudah berkomunikasi tapi tak mengindahkan adanya komentar dan tanggapan.

Satu sisi si pembicara aktif termasuk salah ketika dia tidak mendengarkan tanggapan atau masukan. Tapi, kalau dari yang saya lihat juga.. si pasif sering kali memposisikan dirinya menolak mendengarkan dan menolak memberikan tanggapan. Kalau mau salah-salahan, dua sisi salah semua.

Mengutarakan pendapat itu penting, mendengarkan pendapat juga penting, dan memberikan tanggapan tak kalah pentingnya. Jika salah satu mati, maka yang terjadi adalah komunikasi searah.

Penolakan Gestur Tubuh Jadi Pemicu

Saya mengakui sering menjadi dominan dalam hal aktif berbicara, tapi sesungguhnya saya juga mengharapkan tanggapan. Tanggapan yang mengisyaratkan rekan komunikasi saya mendengarkan saya. Sering kali yang saya dapati adalah penolakan (tanpa disadari).

Gestur tubuh, acapkali merupakan sesuatu hal yang tak diindahkan. Jika kamu tipikal orang yang mengamati segala detail lawan bicaramu, akan dengan sangat mudah menangkap gestur penolakan. Bisa dari cara memandang, gerakan mata, gerakan badan, gerakan tangan yang semuanya tak sengaja hanya mengikuti isi kepalanya saja.

Jauh sebelum lawan bicara saya berbicara, dari gestur tubuh ketika saya mengungkapkan pendapat sudah memberikan tandanya. Kalau mau mencari di internet ada banyak sekali contohnya. Ketika lawan bicara saya memundurkan badan (sekali lagi ga sengaja, ini dikit banget) atau ketika fokus mata tak pada kamu saat berbicara (beneran cuma sekelebat ini). Biasanya saya sudah menurunkan ekspektasi. Ketika kejadian itu berulang 3 kali, saya tidak mengharapkan komunikasi lain selain basa-basi saja.

Ini jauh sebelum lawan komunikasi berbicara lho. Karena akan makin jelas penolakannya, mulai dari nada bicara, cara berbicara, cara memandang saat berbicara bahkan posisi duduknya bisa jadi ga tenang. Sering kali tanda awal ini tidak disadari. Tidak disadari memberikan gestur penolakan.

Komunikasi adalah Koentjie

Implementasi dalam kehidupan sehari-hari bisa sangat berbahaya, apalagi jika kamu sering banget berkomunikasi dengan dia. Tak perlu disebutkan lebih rinci kan ya imbasnya.

Dulu, waktu saya masih berada dalam didikan bos kecil kala magang. Sering banyak teguran dalam gestur dan cara berkomunikasi. Salah satunya adalah "Sebosan-bosannya dengan sebuah topik pembicaraan, usahakan untuk tetap fokus memandang, karena kamu ga akan mau diabaikan saat berbicara." Atau, "Kalau tidak suka terhadap sesuatu lebih baik diucapkan dari pada cuma dipendam, komunikasikan saja dari pada hubungan relasi jadi berantakan."

Dari sana juga saya belajar untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Meski begitu tetap sakit aja kalau berhadapan dengan orang yang menolak secara gesturnya, hahahahahaa...

Karena komunikasi adalah koentjie!

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.

Press