puisi pada serdadu angin

10:49 PM

Lihatlah langit malam ini, ia gelap dan berbintang selalu membawa tarian angin dingin menusuk tulang pilu ngilu....
terdengar riuhnya serdadu tarian angin itu melewati tubuhmu, mereka tak menembusmu hanya beradu dengan gumpalan daging dan ruh mu...
Tak ada jejak mereka kecuali kau rasakan dalam tulang mu..

aku terdiam diantara gaduhnya mereka beradu dengan ku....
kala itu angin seolah mengajakku untuk meluapkan apa yang aku rasakan...
bukan dingin bukan senang bukan rindu
hanya sedih dan kecewa........
angin itu mengejekku membuatku terpaksa melawannya, namun hanya bulir air mata saja yang sanggup aku keluarkan untuk melawan serdadu itu

angin itu memang menusuk tulang-tulang
terasa ngilu dan sendu....
wahai serdadu yang menari diantara peliknya rasaku....samapaikan padanya
betapa hari ini aku kecewa dan sedih karenanya...
tusukkan dinginmu diantara gumpalan dagingnya...agar ia juga merasakan kekecewaanku....

wahai angin.... dan malam yang gelap.... berlarilah kearahku dan lawan aku....
lalu bawa pergi perasaan itu dari ku... hingga aku bisa memandang malam ini tak hanya dingin dan kejam saja....



[m~_~m]

You Might Also Like

2 comments

  1. @hasssan: ah... kau.... tetep ... nganyelke....dg komen satu kata yg menusuk2 itu

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Press