Kembang Api

12:32 AM


Dalam masa-masa Lebaran seperti ini, sering sekali, bahkan mungkin lazin sekali bagi kita kalo melihat kembang api. Aku dan kembang api, bisa jadi aku menyukainya dan bisa jadi aku membencinya. Kenapa? Karena beberapa pengalaman yang nggak mengenakkan dengan kembang api.

Alkisah nya begini, saat puasa,, entah mengapa daerah ku ini terlalu addict dengan yang namanya petasan sebenarnya adekku juga sangat addict hingga tiap hari nyalain petasan,behentipun mungkin karena ia telah kena azab dengan salah satu mercon yang ia nyalain. Saya nggak suka petasan, karena berisik dan bikin jantungan,, untungnya kebiasaan maen petasan itu mereda di tengah puasa,, kadang ngeri saja membayangkan disisi petasan yang mau meledak itu *coba orang bodoh mana yang mau bersebelahan dengan petasan yang siap meletus beberapa detik kemudian??* Weks,, kebiasaan nya nggak berhenti disana, banyak nya jenis kembang api sempet membuat saya stres. Memang adekku berhenti maen petasan (M.E.R.C.O.N), tapi ia nggak berhenti maen kembang api yang aku sendiri nggak apal apa aja jenisnya.

Hampir-hampir aku kalo melihat adekku naek tangga itu langsung pasang kuda-kuda, pasti dia mau maen kembang api ato petasan. Yah secara kamarku diatas, dan satu-satunya penghuni lantai atas, bisa parno sendiri kan. Bayangkan kala adekku hobi maen petasan, dari petasan yg bunyinya cuma mak “pletik” sampai yang bunyinya “GEBEDOOOOOR” dinyalakan dalam 10sesi di satu hari,, mending ga dirumah deh.

Kembang api yang batangan yang kalo dinyalain itu berbentuk bintang-bintang dalam skala banyak banyak aja aku takut megangnya,,takut kena tangan meski rasanya cuma kaya digigit semut *ini yang paling aku anggap aman* dan parahnya adekku yang satu ini tahu kalo kembang api yang itu nggak mengasyikkan,, jadi dia nggak beli. Belinya yang bisa membumbung ke angkasa.

Bagus sih,, *kalo dilihat dari jauh,, inget ya kalo DARI JAUH*.

Nah,, nah,, adekku suatu ketika naek hendak menyalakan kembang api,, dan entah mengapa aku tiba-tiba tertarik untuk melihatnya. Yak dimulailah sesi menyalakan kembang api itu,, aku berdiri di depan kamarku sementara adekku berada ditempat lapang deket kamar. Dan wus wus wus,, harapanku adalah melihatnya naek keatas,, bukannya membuatku berlindung kekamar gara2 arahnya yang melenceng dan mendekati kepalaku.

Sejak saat itu aku nggak suka dengan kembang api yang membumbung diangkasa dalam jarak dekat.

Permasalahan utama bukan ada disana, adekku nyalainnya yang versi kecil teman-teman dan masih bisa aku tolerir. Nah ini,, ini ,, ini yang bikin parno ,, TETANGGAKU. Dia dengan pedenya nyalain kembang api yang membumbung keangkasa dan meletuskan percikan apinya dalam skala besar sekaligus suara yang besar. Nampaknya pelaku benar2 nggak sadar jika tetangganya yang lain itu ada yang tinggal di lantai atas. Suatu hari aku sedang dalam kebiasaan setiap sore yang panas,, mengumpulkan angin,, menikmati sore itu di luar. Dan Wus wus wus wus wus,, kembang api versi tetanggaku itu tiba-tiba meluncur diangkasa,, dan arahnya adalah rumahku mungkin ia nggak sengaja karena nggak tahu ada yg punya lantai atas didaerahnya. Tapi bagi aku,,HOROR,, semata karena tiba2 ada yang meledak di dekat kepalaku.

Wah,, ini nggak cuma satu tempat aja,, dan ini dilakukan oleh banyak tetanggaku,, menyalakan kembang api yang bagus kalo dilihat dari jauh, dan mengarahkan ke arah rumahku. Berasa mau pake HELM aja tiap sore,, tapi kan nggak lusu klo pake helm sembari liat kembang api bener2 mirip orang tolol.

Bahkan pas idulfitri,, masih ada yang nyalain dengan arah sasaran atas rumahku means daerah kekuasaanku. Dan skalanya 5kali dari yang hampir nyambar kepalaku,, suaranya pun nyaring. Itu sangat membuatku takut dengan kembang api. Hiks...hiks.. parno

You Might Also Like

6 comments

  1. gak ada kembang api berasa makan tanpa udut djarum super.hahaha

    ReplyDelete
  2. Aku mbayangke ada kembang api yg temangsang di rambut kriwilmu, haha

    ReplyDelete
  3. @indrahuazumenggonggong,, cobalah kau berdiri siap disambar kembang api,, pasti horor,, apa kita maen kembang api buat nyulut rokok,, pasti seru

    ReplyDelete
  4. @Dony Alfan,, apaaaaaaaaaaaaaaa...mana mana kembang apinya... kalo ada kembang api nyangkut di rambutku,, nanti rambutku nggak kriting lagi mas, tapi njegrik njegrik

    ReplyDelete
  5. Lebaran dan Ramadhan kayak zaman perang, banyak suara petasan.

    ReplyDelete
  6. @Indra Mahardika,, yups... perang...hiiiiiiiii

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Press