Skripsi (kolokium) dan Tugas Akhir

12:25 AM


Ini adalah topik yang akhir-akhir ini menjadi satu hal yang sangat sensitif bagiku. Tapi sepertinya memang harus diungkapkan. Mungkin karena tak diungkapkan itu malah selalu jadi ganjalan yang sangat menusuk.


Pada awalnya jika saya boleh jujur pada diri sendiri, sangat keberatan dengan judul yang disetujui oleh dosen saya ini. Dari awal saya sudah bisa membayangkan seberapa beratnya itu, ah itu mungkin alasan kenapa saya begitu berat melangkah. Judulnya sangat simple, tapi pengerjaannya menguras tenaga. Sungguh saya ingin segera lulus, cukup jenuh dengan segala aktifitas yang disebut dengan Graphic Design atau desain grafis.

Mungkin saya bisa jadi orang yang sangat pesimis, jika memang anda menatap saya secara langsung mata ke mata dan berkata kepada saya "Tugas Akhir". Oh, runtuh semuanya....*okey lebay*.
Pesimis saya ini karena dari awal saya sendiri sudah desperate dengan judulnya, sudah mengatakan sukar dari awal. Aiaaaaah, meskipun saya tahu teorinya : "kita tak boleh mengatakan sulit diawal, maka akan benar-benar sulit ". Tapi sungguh meskipun saya tahu teorinya, saya tetap tak bisa untuk mengatasinya.

Aku rasa yang saya alami ini normal di alami orang yang sedang dalam proses mengerjakan Tugas Akhir atau Skripsi. normal jika kita merasa sangat down, normal jika kita merasa tak bisa mengerjakannya. Yah, saya mengalaminya, mungkin lebih tepatnya, saya mengalami keterpurukan setiap kali saya selesai konsultasi dengan dosen. Okey, meski dosen itu tidak serta merta menjatuhkan kita, bahkan meski mereka memuji sekalipun maka entah mengapa aku sangat jatuh karenanya. bodoh benar.

Mengapa selalu down ya?
Padahal dua dosen saya ini tidak berwajah buruk lho. Mereka itu "Duo Killer yang memiliki wajar rupawan" *kyaaaaaaaaaaaaaaaa...*. Yaps mereka tidak buruk, wajah mereka baik-baik saja malah cenderung enak dilihat, tapi suka menohok dengan kalimatnya.
Seringnya saya bingung kenapa saya selalu saja bisa terpuruknya dengan mereka, seolah-olah kala konsultasi atau kegiatan Transfer Pikiran dengan dua dosen ini benar-benar menguras semua energi saya. Bukan saya ini pemalas, okey saya memang pemalas, tapi setelah ketemu[konsultasi] dengan mereka bawaannya pengen tidur lama, capek. *hahahahahhaha*

dibaca dari atas..sepertinya tak ada masalah....kenapa ini. Ada yang salah dengan diri saya sendiri. Ah jika saya boleh lebay, saya sangat membutuhkan dukungan suplemen mental. Dari sekitar saya, dari lingkungan.

Sampai dengan saat ini saya masih berusaha membangun situasi yang menguntungkan dan kondusif untuk saya mengerjakan Tugas Akhir ini. "setidaknya saya sudah mencobanya"
^__^

You Might Also Like

9 comments

  1. ayyoo riuusaaaa
    pasti bisaaa
    semangat2!!! ada deadline ga?biasanya kalo deket2 deadline langsung akselerasi maksimum
    hihi

    ReplyDelete
  2. Dari pengalaman saya sih kayaknya memang harus meninggalkan aktivitas yang lain. KArena skripsi menguras tenaga dan pikiran bangeet! :D

    ReplyDelete
  3. @chiil, waks. deadline emang ada tapi masih jauh...apa itu ya kenapa aku masih malas...susah bikin semangatnya


    @bukan facebook, ini udah banyak kegiatan yang dilakukan kok

    ReplyDelete
  4. Riwis saiki dirimu lagi puyeng tow... qiqiqi...
    semangat semangat...
    Wish U the best...

    ReplyDelete
  5. go...go...go Skripsi....heheheh

    ReplyDelete
  6. setuju banget sama

    "kita tak boleh mengatakan sulit diawal, maka akan benar-benar sulit ". Tapi sungguh meskipun saya tahu teorinya, saya tetap tak bisa untuk mengatasinya.

    hehe...

    nasibku sama kyk aq...

    aq jg lagi TA... Udah berusaha buat menanamkan kata "mudah" di otakku... tapi buat mewujudkannya! fiuh.........

    O ya, salam kenal ya!
    ^_^

    adjie

    ReplyDelete
  7. @Triunt ora kok...cuma jadi edan..wakakakaakak

    @annosmile @maslie @Winarto >>> iya mas...terimakasih semangatnya...

    @adjie rada susah mengaplikasikannya ya kan...wakakakakakakakka

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Press